Loading...
Thumbnail Image
Publication

Shalat ditinjau dari Ilmu Kedokteran Osteopati Kranium

Pribadi, Krishnahari S.
Pudiastuti, Yuke
Author(s) (Additional)
Illustrator(s)
Producer(s)
Contributor(s)
Contributor(s) (Other)
Editor(s)
Advisor(s)
Contact(s)
Data Collector(s)
Collections
Research Projects
Organizational Units
Journal Issue
Online Access
Abstract
Makalah ini meninjau metode wudlu‟ dan shalat Islam dari segi Ilmu Kedokteran Osteopati Kranium berdasarkan riset terhadap cara-cara wudlu‟ dan shalat yang kini dipraktekkan secara umumnya dan efeknya terhadap sistem kraniosakral, meridian bioenerji dan titik-titik akupunktur dan cakra dengan memonitor denyut kranium dan pulsasi pada titik-titik akupunktur vital dan cakra dari praktisi shalat dari jarak jauh maupun dekat: tanpa dan dengan observasi dari cara dan gerakan-gerakan wudlu‟ dan shalat. Efek doa-doa terhadap sistem kraniosakral, meridian bioenerji dan titik-titik akupunktur dan cakra dimonitor dan variasi-variasi dari gerakan maupun doa-doa yang diucapkan dilakukan untuk mendapatkan efek maksimal terhadap sistem kraniosakral sebagai suatu sistem tertinggi didalam tubuh manusia yang berfungsi sebagai pengaturan homeostasis tubuh. Pada intinya rangkuman wudlu‟ dan shalat harus memberikan keadaan still-point secara terus menerus tanpa berhenti, yaitu keadaan dimana denyut kranium tidak dapat dideteksi yang menunjukkan derajat kekhusuan sehingga munajat dapat terjadi dengan optimal. Still-point yang terganggu pada waktu wudlu‟ dan shalat menunjukkan bahwa cara-cara wudlu‟ dan shalat yang dilakukan tidak maksimal dan tidak menunjang perkembangan dan pembentukan kesehatan holistic:fisik, mental, dan rohani. Shalat diharapkan membentuk kepribadian muslim yang:sehat, etis, soleh, jujur dan menjauhi perbuatan mungkar dan bathil. Shalat sebagai komunikasi dengan Allah haruslah suci, bersih, aman dan tidak disisipi elemen iblis. Dari sisi kesehatan, shalat memiliki gerakan-gerakan yang membuat manusia menjadi sehat. Sistem kraniosakral merupakan salah satu sistem tubuh yang bisa membuka hubungan dengan Zat Yang Maha Kuasa sehingga perlu dicari gerakan dan doa-doa shalat yang tepat dan optimal sesuai dengan pengetahuan Osteopati Kranium, tanpa meninggalkan pesan Nabi : “Shalatlah seperti engkau melihat aku shalat”, serta tetap memenuhi rukun-rukun shalat.
Note(s)
Topic
Type
Preprint
Date
2011
Identifier
ISBN
DOI
Copyright/License
With permission of the license/copyright holder
Embedded videos